Home

Tujuan…

Leave a comment

Yakinlah pada dirimu,
Percaya akan kemampuan yang dimiliki,
Setiap hal yang yang terjadi bukanlah untuk di sesali,
Keyakinan akan impian dapatlah terwujud, jika kita mau berusaha dan berdo’a.
Setiap langkah haruslah memiliki arah dan tujuan agar tak salah menentukan hal yg kita inginkan.

Kata-Kata Mutiara dan Motivasi

Leave a comment

Perjalanan hidup memanglah tak selalu dlm kesenangan atau bahagia, pasti akan ada rintangan dan cobaan yang silih berganti dlm menggapai kemenangan cinta.

 

‎”Pengetahuan ditingkatkan dgn belajar; kepercayaan dgn perdebatan; keahlian dgn latihan & cinta dgn kasih sayang.”

 

‎”Tiada siapa paling pandai & paling bodoh di dunia ini krn setiap yg pandai itu boleh mjd bodoh & setiap yg bodoh itu boleh mjdi pandai.”

Hidup memanglah penuh dengan Pilihan, maka pilihlah yang menurut kalian itu yg terbaik lalu pertahankan…!

 

Tidak ada yg bisa membantu ketenangan jiwa selain
dari diri sendiri. (G.Chr.Lich-tenberg)

 

‎”Janganlah mencari Tuhan karena anda membutuhkan jawaban. Carilah Tuhan karena anda tahu bahwa Dia lah jawaban yang anda butuhkan.”

 

Manusia menangis itu adalah hal wajar, karena bila dia menangis sesungguhnya dia memiliki hati dan tangisan itu yg akan coba merubah penderitaannya.

 

‎”Cinta bukanlah mainan, maka daripada itu tolong hargailah cinta itu dan jagalah sebagaimana semestinya.”

 

“Diam Bukanlah kelemahan, jika di iringi dengan perbuatan dan hasil maka akan nyata.”

 

Sebelum kalian bertindak terlebih dahulu fikirkan apa yang nanti akan terjadi dri hal trsbut.

 

Makna dari sebuah Perjalanan kehidupan adalah bagaimana kita tahu dan mengerti dari sebuah arti yang dicari.

 

Layang-layang terbang tinggi dengan menentang angin bukan mengikutinya. – Winston Churchill –

 

“Senyum mampu menyelesaikan banyak masalah, dan diam mampu membuat kita terhindar dari banyak masalah.”

 

‎”Hiduplah untuk masa depan, dan masa lalu adalah cerminan untuk perubahan di masa yang akan datang nanti.”

 

‎”Jadilah diri-sendiri yang mampu dengan
kemandiran dan ketekunan.”

 

Jadi pemuda,jangan kebanyakan takut,termasuk buat salah. Ini masanya kawan.!

 

kita Gak Hanya Diam, Tapi Bertindaklah sesuai alur kehidupan.

 

‎”PEMIMPIN, bukan hanya bisa dalam berkata dan berteori saja, tapi MAMPU Memberikan FAKTA ataupun BUKTI dalam Tindakan Perbuatannya.!”

 

Jadilah SANG PEMIMPI, Terbitkanlah Kenyataan Mimpi-Mimpi Kalian, Meski Menurut Kalian Mustahil, Selagi Kita Mau Berusaha dan Berdo’a, Insya Allah, Allah akan berikan yang terbaik.

 

Hal Yang Kita Miliki, Itulah Anugerah, Maka Jagalah Anugerah Yang Tuhan Berikan Kepada Kita, dan Syukurilah Apa Adanya.

 

Syukurilah apa yang kamu dapat karenabelum tentu kamu bisa mendapat lagi apa yang telah kamu dapat.

 

Jangan terlalu tergantung pd oranglain, bahkan sahabatpun tak akan selalu ada untukmu. Jadilah pribadi yg MANDIRI .

 

“Kesehatan selalu tampak lebih berharga setelah kita kehilangannya.” (Jonathan Swift)

 

Berdoalah Bukan Hanya Karena Kamu Memiliki Keinginan, Tetapi Bersyukur Atas Segala Yang Telah Diberikan Tuhan Kepadamu.

 

Berfikirlah dengan kemampuan dan kelebihanmu, bukan berfikir dengan kelemahan dan kekuranganmu.

 

Orang bisa sukses karena dia punya banyak CARA, sedang orang gagal karena dia punya banyak ALASAN.

 

Selagi kita masih mampu untuk bernafas, selagi itu juga harus banyak berusaha, berdo’a, dan berikhtiar.

 

adilah seseorg yang bisa dibanggakan orglain, bukan menjadi seseorg yg membanggakan diri sendiri, dan merasa dirinya itu benar.

 

“Gagal dalam sebuah pertempuran akan lebih ksatria, daripada gagal sebelum sempat menarik pedang.” Julius Caesar

 

Orang lain mungkin akan meragukan apa yang kamu katakan, tetapi mereka akan percaya setelah melihat apa yang kamu lakukan.

 

Jujur pada diri sendiri, selalu ikuti apa kata hati agar kamu tak perlu menyembunyikan apapun dalam hidup ini.

 

Jangan sombong dengan apa yg kamu punya, sadar karena itu bukan hasil jerih payah kamu seutuhnya.

 

Tiga jalan untuk mencapai kesuksesan: 1. Percaya diri sendiri 2. Selalu jujur 3. Bekerja keras dan tekun.

 

“Setiap hari tidaklah selalu baik, namun ada sesuatu yang baik pada setiap hari.”

 

ketika setiap mslh dtng menghadang ketahuilah bahawasannya itu bknlah yg terakhir, tapi awal untuk lbih baik.

 

‎”kesalahan dan masalah adalah bagian dari kehidupan. Menyesali kesalahan hanya akan menambah masalah yg akan menjadi semakin rumit.”

 

kalah bukan berarti kita harus berhenti berusaha, justru kita harus bangkit utk menunjukan bahwa kita bisa dan kita mampu.

 

Masalah yang dahulu biarlah menjadi pengalaman kita, karena sebuah pengalaman itulah yg merubah kita utk jadi yg terbaik.
Yakinlah bahwa kita dapat merubah nasib kita di MASA DEPAN.

 

Setiap gembok yg dibuat oleh pabrik, pasti dilengkapi dgn kuncinya. Setiap masalah dlm hidup, pasti dilengkapi Tuhan dgn jalan keluarnya.

 

sesuatu yang ada pada diri kita haruslah kita pertahankan, karena itulah yang kita kembangan utk di masa yang akan datang, berani untuk maju, berani melewati semua masalah yang ada.

 

sesuatu yang berharga dlm hidup yaitu pengalaman, itulah yang akan teringat, bila kita sukses kita jgn prnah lupakan drimana kita berasal.

 

Waktu terus berjalan, belajarlah dari masa lalu, bersiaplah tuk masa depan, berikanlah yg terbaik untuk hari ini.

saat dirimu men…

Leave a comment

saat dirimu mencoba untuk memilih pada pilihan yang sekiranya itu sangat sulit, maka kamu harus berserah diri kepada Allah, memohon akan yang dihadapi sekiranya dapat diberi kemudahan, tapi dirimu harus berusaha terlebih dahulu sebelum kau menyerah, sebelum semua usahamu itu habis.
Terkadang manusia mencari celah dalam segala hal untuk apa yang dia inginkan, termasuk mencari tahta, harta, pangkat, serta yang lainnya dengan cara yang tidak sepantasnya.
Satu harapan, satu tujuan, dan hal lainnya itu bisa kita ketahui dengan adanya suatu konsep tujuan dari pengembangan diri kita, jika kita belum mengenal diri kita, belum tahu bagaimana karakter diri kita, maka janganlah suka kita menilai orang lain jika saat kita mengiranya saja.
Ingat, diri kita bisa melakukan segala hal, namun terlebih dahulu kita harus mengetahuinya terlbih dahulu, karena semua tergantung dari diri sendiri.!
“Berhenti bicara tanpa arah dan gantlahi dengan tindakan sebagai gantinya”

Kata-kata Mutiara

Leave a comment

-Hidup adalah sekolah terbaik & pengalaman adalah guru terbaik karena mereka mengajarlan hal yang tidak diajarkan guru di sekolah.

-Sukses adalah milik mereka yg tetap berusaha, meski tahu mungkin tak menang, mereka yang tetap mencoba, meski tahu mungkin kalah.

-Ketika dirimu sudah tak mampu, maka berserahlah pada-Nya. Dia selalu ada untuk mereka yang membutuhkan-Nya.

-Jangan pernah menyerah hanya karena segala sesuatu menjadi sulit, karena hak tersebut yang membuat hal yang baik menjadi lebih baik.

-Hal terpenting yang harus kamu ingatdalam hidup, tak peduli apapun yang kamu lakukan, akan jadi lebih baik jika kamu melibatkan Allah SWT.

-Jangan pernah menilai seseorang dari luarnya saja, karena kamu tak pernah tahu apa yang telah dia jalani dalam hidupnya.

– Jangan membenci Tuhan karena tidak memberikan apa yang kamu inginkan. Bersyukurlah karena Dia memberikan apa yang kau butuhkan.

-Ambilah 1 kebaikan yang hakiki bila kau mampu untuk melakukan perbaikan perbandingannya.

– Kehidupan seperti halnya buah mangga, yang kadang ada yang manis dan ada pula yang asam, serta adapula tanpa rasa(biasanya buat rujak)

Targhib (Penyemangat) Bagi yang Puasa Ramadhan

Leave a comment

Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly

1. Pengampunan Dosa

Allah dan Rasul-Nya memberikan targhib (spirit) untuk melakukan puasa Ramadhan dengan menjelaskan keutamaan serta tingginya kedudukan puasa, dan kalau seandainya orang yang puasa mempunyai dosa seperti buih di lautan niscaya akan diampuni dengan sebab ibadah yang baik dan diberkahi ini.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, (bahwasanya) beliau bersabda (yang artinya) : “ Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ihtisab (mengharap wajah ALLAH) maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” [Hadits Riwayat Bukhari 4/99, Muslim 759, makna “Penuh iman dan Ihtisab’ yakni membenarkan wajibnya puasa, mengharap pahalanya, hatinya senang dalam mengamalkan, tidak membencinya, tidak merasa berat dalam mengamalkannya]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu juga, -Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda (yang artinya) : “ Shalat yang lima waktu, Jum’at ke Jum’at. Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa yang terjadi di antara senggang waktu tersebut jika menjauhi dosa besar” [Hadits Riwayat Muslim 233].

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu juga, (bahwasanya) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah naik mimbar kemudian berkata : “Amin, Amin, Amin” Ditanyakan kepadanya : “Ya Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?” Beliau bersabda (yang artinya) : “ Sesungguhnya Jibril ‘Alaihis salam datang kepadaku, dia berkata : “Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan “Amin”, maka akupun mengucapkan Amin….” [Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah 3/192 dan Ahmad 2/246 dan 254 dan Al-Baihaqi 4/204 dari jalan Abu Hurairah. Hadits ini shahih, asalnya terdapat dalam Shahih Muslim 4/1978. Dalam bab ini banyak hadits dari beberapa orang sahabat, lihatlah dalam Fadhailu Syahri Ramadhan hal.25-34 karya Ibnu Syahin].

2. Dikabulkannya Do’a dan Pembebasan Api Neraka
Rasullullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “ Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam dalam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo’a akan dikabulkan do’anya” [Hadits Riwayat Bazzar 3142, Ahmad 2/254 dari jalan A’mas, dari Abu Shalih dari Jabir, diriwayatkan oleh Ibnu Majah 1643 darinya secara ringkas dari jalan yang lain, haditsnya shahih. Do’a yang dikabulkan itu ketika berbuka, sebagaimana akan datang penjelasannya, lihat Misbahuh Azzujajah no. 60 karya Al-Bushri]

3. Orang yang Puasa Termasuk Shidiqin dan Syuhada

Dari ‘Amr bin Murrah Al-Juhani[1] Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Datang seorang pria kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata : “Ya Rasulullah, apa pendapatmu jika aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah, engkau adalah Rasulullah, aku shalat lima waktu, aku tunaikan zakat, aku lakukan puasa Ramadhan dan shalat tarawih di malam harinya, termasuk orang yang manakah aku ?” Beliau menjawab (yang artinya) : “ Termasuk dari shidiqin dan syuhada” [Hadits Riwayat Ibnu Hibban (no.11 zawaidnya) sanadnya Shahih]

Footnote :
[1]. Lihat Al-Ansab 3/394 karya As-Sam’ani, Al-Lubab 1/317 karya Ibnul Atsir
Judul Asli : Shifat shaum an Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, penulis Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid. Penerbit Al Maktabah Al islamiyyah cet. Ke 5 th 1416 H. Edisi Indonesia Sifat Puasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh terbitan Pustaka Al-Mubarok (PMR), penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata. Cetakan I Jumadal Akhir 1424 H.

Semoga bermanfaat, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui

Sahur dalam Puasa di Bulan Ramadhan

Leave a comment

Penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly

Allah mewajibkan puasa kepada kita sebagaimana telah mewajibkan kepada orang-orang sebelum kita dari kalangan Ahlul Kitab. Allah berfirman (yang artinya) : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” [Al-Baqarah : 183].

Dari Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Pembeda antara puasa kita dengan puasanya ahli kitab adalah makan sahur” [Hadits Riwayat Muslim 1096]

Keutamaannya :

a. Makan Sahur Adalah Barokah.


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Sesungguhnya Allah menjadikan barokah pada makan sahur dan takaran” [Hadits Riwayat As-Syirazy (Al-Alqzb) sebagaimana dalam Jami’us Shagir 1715 dan Al-Khatib dalam Al-Muwaddih 1/263 dari Abu Hurairah dengan sanad yang lalu. Hadits ini HASAN sebagai syawahid dan didukung oleh riwayat sebelumnya. Al-Manawi memutihkannya dalam Fawaidul Qadir 2/223, sepertinya ia belum menemukan sanadnya.!!]

Dari Abdullah bin Al-Harits dari seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : Aku masuk menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika itu beliau sedang makan sahur, beliau bersabda (yang artinya) : “Sesungguhnya makan sahur adalah barakah yang Allah berikan kepada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan” [Hadits Riwayat Nasa’i 4/145 dan Ahmad 5/270 sanadnya shahih].

Keberadaan sahur sebagai barakah sangatlah jelas, karena dengan makan sahur berarti mengikuti sunnah, menguatkan dalam puasa, menambah semangat untuk menambah puasa karena merasa ringan orang yang puasa.

b. Allah dan Malaikat-Nya Bershalawat Kepada Orang-Orang yang Sahur.


Mungkin barakah sahur yang tersebar adalah (karena) Allah Subhanahu wa Ta’ala akan meliputi orang-orang yang sahur dengan ampunan-Nya, memenuhi mereka dengan rahmat-Nya, malaikat Allah memintakan ampunan bagi mereka, berdo’a kepada Allah agar mema’afkan mereka agar mereka termasuk orang-orang yang dibebaskan oleh Allah di bulan Ramadhan.
Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Sahur itu makanan yang barakah, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meneguk setengah air, karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur”.

Oleh sebab itu seorang muslim hendaknya tidak menyia-nyiakan pahala yang besar ini dari Rabb Yang Maha Pengasih. Dan sahurnya seorang muslim yang paling afdhal adalah korma.

Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya) : “Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah korma” [Hadits Riwayat Abu Daud 2/303, Ibnu Hibban 223, Baihaqi 4/237 dari jalan Muhammad bin Musa dari Said Al-Maqbari dari Abu Hurairah. Dan sanadnya SHAHIH].

Barangsiapa yang tidak menemukan korma, hendaknya bersungguh-sungguh untuk bersahur walau hanya dengan meneguk satu teguk air, karena keutamaan yang disebutkan tadi, dan karena sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (yang artinya) : “Makan sahurlah kalian walau dengan seteguk air”.

Mengakhirkan Sahur

Disunnahkan mengakhirkan sahur sesaat sebelum fajar, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu melakukan sahur, ketika selesai makan sahur Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit untuk shalat subuh, dan jarak (selang waktu) antara sahur dan masuknya shalat kira-kira lamanya seseorang membaca lima puluh ayat di Kitabullah.
Anas Radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu ‘anhu.
“Kami makan sahur bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau shalat” Aku tanyakan (kata Anas), “Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?” Zaid menjawab, “Kira-kira 50 ayat membaca Al-Qur’an” [Hadits Riwayat Bukhari 4/118, Muslim 1097, Al-Hafidz berkata dalam Al-Fath 4/238 : “Di antara kebiasaan Arab mengukur waktu dengan amalan mereka, (misal) : kira-kira selama memeras kambing. Fawaqa naqah (waktu antara dua perasan), selama menyembelih onta. Sehingga Zaid pun memakai ukuran lamanya baca mushaf sebagai isyarat dari beliau Radhiyallahu ‘anhu bahwa waktu itu adalah waktu ibadah dan amalan mereka membaca dan mentadhabur Al-Qur’an”. Sekian dengan sedikit perubahan]

Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya – dengan perintah yang sangat ditekankan-. Beliau bersabda (yang artinya) : “Barangsiapa yang mau berpuasa hendaklah sahur dengan sesuatu” [Ibnu Abi Syaibah 3/8, Ahmad 3/367, Abu Ya’la 3/438, Al-Bazzar 1/465 dari jalan Syuraik dari Abdullah bin Muhammad bin Uqail dari Jabir.]
Dan beliau bersabda (yang artinya) : “Makan sahurlah kalian karena dalam sahur ada barakah” [Hadits Riwayat Bukhari 4/120, Muslim 1095 dari Anas].
Kemudian beliau menjelaskan tingginya nilai sahur bagi umatnya, beliau bersabda (yang artinya) : “Pembeda antara puasa kami dan Ahlul Kitab adalah makan sahur” 
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang meninggalkannya, beliau bersabda (yang artinya) : “Sahur adalah makanan yang barakah, janganlah kalian tinggalkan walaupun hanya meminum seteguk air karena Allah dan Malaikat-Nya memberi sahalawat kepada orang-orang yang sahur” [Hadits Riwayat Ibnu Abi Syaibah 2/8, Ahmad 3/12, 3/44 dari tiga jalan dari Abu Said Al-Khudri. Sebagaimana menguatkan yang lain]

Semoga Bermanfaat, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.

Puasa Tidak Sekedar Menahan Lapar Dan Dahaga

Leave a comment

Penulis: Al-Ustadz Saifudin Zuhri, Lc.

Puasa merupakan ibadah yang sangat dicintai Allah ta’ala. Hal ini sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat. Allah ta’ala berkata: ‘Kecuali puasa, maka Aku yang akan membalas orang yang menjalankannya karena dia telah meninggalkan keinginan-keinginan hawa nafsunya dan makannya karena Aku’.” (Shahih, HR. Muslim)

Hadits di atas dengan jelas menunjukkan betapa tingginya nilai puasa. Allah ta’ala akan melipatgandakan pahalanya bukan sekedar 10 atau 700 kali lipat namun akan dibalas sesuai dengan keinginan-Nya Ta’ala. Padahal kita tahu bahwa Allah ta’ala Maha Pemurah, maka Dia tentu akan membalas pahala orang yang berpuasa dengan berlipat ganda.

Di antara hikmahnya juga yaitu karena orang yang berpuasa sedang mengumpulkan seluruh jenis kesabaran di dalam amalannya. Yaitu sabar dalam taat kepada Allah Ta’ala, dalam menjauhi larangan, dan di dalam menghadapi ketentuan taqdir-Nya Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:
إِ
“Sesungguhnya akan dipenuhi bagi orang-orang yang sabar pahala mereka berlipat ganda tanpa perhitungan.” (Az-Zumar: 10)
Perlu menjadi catatan penting bahwa puasa bukanlah sekedar menahan diri dari makan, minum dan hal-hal lainnya yang membatalkan puasa. Orang yang berpuasa harus pula menjaga lisan dan anggota badan lainnya dari segala yang diharamkan oleh Allah Ta’ala namun bukan berarti ketika tidak sedang berpuasa boleh melakukan hal-hal yang diharamkan tersebut.

Untuk itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang yang berpuasa agar mendapatkan balasan dan keutamaan-keutamaan yang telah Allah ta’ala janjikan. Diantaranya:

1. Setiap muslim harus membangun ibadah puasanya di atas iman kepada Allah Ta’ala dalam rangka mengharapkan ridha-Nya, bukan karena ingin dipuji atau sekedar ikut-ikutan keluarganya atau masyarakatnya yang sedang berpuasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah Ta’ala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ‘alaih)

2. Menjaga anggota badannya dari hal-hal yang diharamkan Allah k, seperti menjaga lisannya dari dusta, ghibah, dan lain-lain. Begitu pula menjaga matanya dari melihat orang lain yang bukan mahramnya baik secara langsung atau tidak langsung seperti melalui gambar-gambar atau film-film dan sebagainya. Juga menjaga telinga, tangan, kaki dan anggota badan lainnya dari bermaksiat kepada Allah Ta’ala.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah Ta’ala tidak peduli dia meninggalkan makan dan minumnya.” (Shahih HR. Al-Bukhari no. 1804)

3. Bersabar untuk menahan diri dan tidak membalas kejelekan yang ditujukan kepadanya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hadits Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu:
“Puasa adalah tameng, maka apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah dia berkata kotor dan janganlah bertengkar dengan mengangkat suara. Jika dia dicela dan disakiti maka katakanlah saya sedang berpuasa.” (Shahih, HR. Muslim)

Sesungguhnya puasa itu akan melatih dan mendorong seorang muslim untuk berakhlak mulia serta melatih dirinya menjadi sosok yang terbiasa menjalankan ketaatan kepada Allah k. Namun mendapatkan hasil yang demikian tidak akan didapat kecuali dengan menjaga puasanya dari beberapa hal yang tersebut di atas.

Wallahu a’lam bish-shawab.
Sumber: Ceramah dan tanya jawab Masyayikh Salafiyyin (Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz t, Asy-Syaikh Muhammad Al-’Utsaimin rahimahullah dan Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah)

Semoga bermanfaat, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui

Older Entries Newer Entries

%d bloggers like this: