Mengoreksi ‘Islam Palsu’ Buatan Kristen Advent

Di balik tipuan nama agama ‘Islam Hanif,” Dr Robert Paul Walean menyusupkan doktrin-doktrin Kristen Advent, antara lain: doktrin Soteriologi (Keselamatan melalui penebusan dosa), doktrin kematian Yesus Kristus untuk menebus dosa, Doktrin Kristen Advent sebagai jemaat yang benar (baca: Suara Islam edisi 96).

Untuk memuluskan tipuannya agar umat Islam terperosok dalam agama palsu ‘Islam Hanif’ yang esensinya adalah doktrin Kristen Advent, Walean banyak menyitir ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits yang dimanipulasi maknanya. Walean berprinsip bahwa intisari Al-Qur’an dari surat Al-Fatihah sampai An-Nas adalah pernyataan tentang ketuhanan Yesus.

Salah satu ayat Al-Qur’an yang diselewengkan untuk mendukung doktrin ketuhanan Yesus adalah surat An-Nas. Menurut Walean, surat An-Nas ayat 1 “Qul a’uudzu birobin-naas” berarti: Aku berlindung kepada Tuhan yang pernah menjadi manusia, yaitu Yesus. Walean menulis sbb:

“Isa Almasih putra Maryam sesungguhnya adalah Allah yang telah turun ke dunia ini dalam bentuk Kalimatulloh dan Rohuloh untuk maksud dan tujuan tertentu. Apa ada ayat Al-Qur’an “Tuhan menjadi Manusia?” Ada! QS An-Nas 1, “Robbinaas = Tuhan manusia.”

Janganlah ditambah atau dikurangi ayat Al-Qur’an tersebut. “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sesembahan manusia.” Yaitu kepada Allah yang pernah menjadi manusia, yaitu Isa Almasih putra Maryam.” (Kebenaran Yang Terungkap dari Al-Qur’an, hlm. 8).

Apa Allah bisa jadi manusia (Robbinnaas)? Tentu bisa. Allah adalah Maha Sanggup. Siapakah yang dapat membatasi kesanggupan Allah. Kalau kita mengatakan “tidak bisa.” Itu berarti kita membatasi kesanggupan Allah yang kita sembah.” (Kebenaran Yang Terungkap dari Al-Qur’an dan Alkitab, hlm. 16; Benarkah Alkitab dan Al-Qur’an Masih Dapat Dipercaya?, hlm. 48-49).

Kesalahan Walean ini yang sangat fatal. Ia menafsirkan kata “Tuhan manusia” (rabbun-naas) dengan pengertian ‘Tuhan yang manusia’ yang dipahami secara keliru bahwa “Tuhan yang ujudnya manusia”. Lalu disimpulkan bahwa Al-Qur’an menyatakan ketuhanan (keilahian) Isa (Yesus) as.

Padahal struktur kata “rabbun-naas” dalam surat An-Nas itu adalah bentuk idhafiyyah (menyatakan kepemilikan), bukan shifat maushuf. Bentuk idhofiyyah dari kata “rabbun-naas”, bila diterjemahkan menjadi “Tuhannya manusia” yang dalam bahasa Inggris menjadi “The Lord of mankind”.

Menurut tata bahasa Arab, kata “robbun-naas” terdiri dari dua kata yaitu “robbun” dan “an-naas.” Susunan kalimat “robbun-naas” adalah tarkib idhafiy, karena terdiri dari Mudhaf dan Mudhaf ilaih. Alasannya, kata pertama “robbun” adalah bentuk “nakirah” yang di-idhafahkan atau disandarkan kepada kata yang kedua “an-naas.”

Jadi, kata “robbinnaas” harus diterjemahkan “Tuhannya manusia,” tidak boleh diterjemahkan “Tuhan yang pernah menjadi manusia” atau “Tuhan yang menjelma menjadi manusia.”

Walean kembali terperosok dalam kekeliruan teologi yang sangat fatal, ketika menyatakan Tuhan bisa menjadi manusia karena Tuhan memiliki sifat Maha Sanggup. Teologi penjelmaan Tuhan menjadi makhluk ini dilatarbelakangi oleh ayat-ayat Bibel yang menyatakan bahwa Tuhan kerap menjelma menjadi makhluk, antara lain: Tuhan nampak seperti burung merpati (Matius 3:17), Tuhan seperti singa (Hosea 11:10), Tuhan seperti perempuan yang mau melahirkan (Yesaya 42:13-14), dll.

Dalam akidah Islam, teologi “Islam Hanif” ajaran Walean ini sangat batil, karena bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang menetapkan bahwa Dia tidak akan menyerupai sesuatu apapun (laysa kamitslihi syay’un).

“Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan Dia (Allah). Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Qs. As-Syura 11).

Jadi, kemahasanggupan Tuhan tidak bisa diartikan bahwa Tuhan menjelma menjadi manusia, binatang, atau benda apapun, seperti rumusan teologi batil Pendeta Walean.

Pendiri “Islam Palsu” itu juga Menubuatkan Nabi Palsu Ahmad Moshaddeq

DR Robert Paul Walean adalah misionaris Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK). Ayahnya, Wellem Fredrik Walean adalah seorang pendeta di Gereja Advent di Minahasa Sulawesi Utara.

Walean memperdalam teologi di Universitas Advent Indonesia (UNAI) Cisarua Bandung. Pada tahun 1960 Walean lulus dalam program Junior College PTA UNAI, lalu pada tahun 1963 ia lulus dalam program Senior College PTA UNAI. Sebagai seorang misionaris, Walean memiliki banyak pengalaman, antara lain: sebagai missionary di Malaysia (1960–1962), Accountant SDA Indonesian Union Mission di Bandung (1964–1964), Accountant SDA New East Indonesian Union Mission di Manado (1964–1965), Treasure SLA Kawangkoan Minahasa Sulawesi Utara (1965–1966), mendirikan Yayasan KEPRIKEM (1981), dan mendirikan Last Events Duty Institute (1985). Di bawah lembaga Last Events Duty Institute inilah Walean mengembangkan agama palsu “Islam Hanif” untuk menyosialisasikan Kristen Advent kepada umat Islam.

Untuk mendukung syiar agama palsu “Islam Hanif,” Walean menulis belasan buku, diktat dan keping DVD, antara lain:
1.    Siapakah Sebenarnya Nabi Isa Itu?
2.    Benarkah Alkitab itu Firman Allah?
3.    Mendirikan Kerajaan Allah menurut Al-Qur’an dan Alkitab.
4.    Dakwah yang Benar Menurut Al-Qur’an dan Alkitab.
5.    Alkitab Menubuatkan Islam Hanif Akan Masuk Surga.
6.    Kebenaran Yang Terungkap dari Al-Qur’an.
7.    Kebenaran Yang Terungkap dari Al-Qur’an dan Alkitab.
8.    Benarkah Alkitab dan Al-Qur’an masih dapat dipercaya?
9.    Persatuan Umat Islam dan Umat Kristen Yang Hakiki.
10.    Jawaban Kepada COMBAT KIT.
11.    Papers/Naskah Narasumber pada seminar-seminar dialog antar agama
12.    DVD The Spiritual Heritage of Islam (2 keping, berisi orasi dan presentasi mengenai Islam Hanif), dll.

Tak puas merekayasa agama palsu “Islam Hanif,” Walean juga berkolaborasi dengan nabi palsu Ahmad Moshaddeq dari aliran sesat Al-Qiyadah Al-Islamiyah. Proklamasi kenabian Moshaddeq tak bisa dilepaskan dari campur tangan Robert Walean.

Hubungan Walean dengan Moshaddeq dan aliran sesat Al-Qiyadah Al-Islamiyah bisa dilihat dalam buku resmi Al-Qiyadah Al-Islamiyah berjudul “Al-Masih Al-Maw’ud dan Rosul Kudus dalam Perspektif Injil dan Al Quran.” Dalam buku 106 halaman ini disisipkan cuplikan buku “Alkitab Menubuatkan Islam Hanif Akan Masuk Surga” karya Walean.

Hirarkinya, para pengikut Al-Qiyadah yang mengaku sebagai Hawariyyin, lalu Moshaddeq mengaku sebagai nabi. Sedangkan Walean yang mengaku sebagai Waraqah bin Naufal yang menubuatkan dan membenarkan tanda-tanda kenabian Moshaddeq. Menurutnya, dahulu setelah mendapat wahyu, Nabi Muhammad pernah meminta pendapat dan nasihat kepada Waraqah. Sekarang, Walean diminta menjadi Waraqah bin Naufal kepada Moshaddeq.

Itulah kerjasama misionaris Kristen dan nabi palsu dalam menjajakan ajarannya yang merusak akidah umat.

Kini, tanpa ragu-ragu Walean berani mencantumkan nama “Waraqah bin Naufal” sebagai nama aliasnya. Dalam makalah “Bedah Buku Menyingkap Tabir Pemisahan Yesus Kristus dari Sejarah” (19 halaman), Walean mencantumkan nama barunya “Walean Alias Waraqah bin Naufal.”

Dalam ceramah berjudul “Firman Allah dalam Dimensi Sejarah,” di hadapan jemaat Al-Qiyadah, Walean menstressing dan membenarkan tanda-tanda kerasulan dalam Alkitab (Bibel) yang terdapat pada diri Moshaddeq.

Beberapa tanda khusus pada diri Moshaddeq selaku Al-Masih Al-Maw’ud yang dibenarkan oleh Walean, antara lain: mendapat Ruhul Qudus dari Allah (Injil Yohanes 14:25), mendapat mimpi dari Allah (Yoel 2:28-29), menjadi utusan Allah (Amos 3:7), dan akan menjadikan terang dunia (Wahyu 18:1, Yesaya 60:1,10). Karenanya, Walean mengajak untuk lebih yakin bahwa Moshaddeq Al-Masih Al-Maw’ud adalah Utusan Allah di zaman sekarang ini.

Karena sudah jelas jejak pemurtadan aqidah dan kristenisasi yang dilakukan Dr Robert Walean, maka umat Islam harus mewaspadai seluruh ajaran Walean yang dikemas dalam agama palsu “Islam Hanif.” Tangkap para misionaris dan pendeta yang menyebarkan buku-buku tulisan Walean. Adili mereka sesuai hukum yang berlaku. []

A. AHMAD HIZBULLAH MAG
[www.ahmad-hizbullah.tk]

Advertisements