Entah terinspirasi oleh rakyat Tunisia yang berhasil menggulingkan presiden diktatornya, Ben Ali, atau tekanan kondisi sosial, ekonomi dan politik yang kian menghimpit, atau kedua-keduanya, Rakyat Mesir Selasa kemarin (25/1) mulai melakukan demonstrasi besar-besaran di Ibu Kota Cairo dan berbagai kota lainnya.

Demonstrasi ini jauh-jauh hari telah disosialisasikan para pemuda melalui jejaring sosial di dunia maya seperti facebook, twitter, dan semacamnya dan mereka menamakan hari itu sebagai ‘Yaumul Ghadhab’ (Hari Kemarahan). Ternyata ajakan tersebut cukup mampu mengundang puluhan ribu massa untuk turun ke jalan-jalan pada hari H-nya. Pemandangan yang oleh para pengamat belum pernah terjadi sejak beberapa dekade ini.

Diberitakan berbagai media bahwa puluhan ribu demonstran berkumpul di pusat-pusat kota menuntut reformasi politik, sosial dan ekonomi. Di Cairo, demo berpusat di Maidan At-Tahrir (lapangan merdeka). Para pendemo bahkan telah mengumumkan bahwa mereka siap bermalam sampai tuntutan mereka diterima. Selain itu di beberapa titik kota Cairo juga terjadi demonstrasi.Di Kantor Mahkamah Agung mereka juga berdemo menuntut turunnya Husni Mubarak yang sudah berkuasa sekian lama. Malam kian larut, jumlah demonstran bukan kian surut, justeru kian bertambah.

Kantor partai berkuasa, Al-Hizbul Wathani (Partai Nasional), juga tak luput dari sasaran demonstran. Bahkan Di Alexandria, 40 ribu demonstran mengepung kantor tersebut dan mencopot stiker-stiker bergambar Husni Mubarak.

Seorang koresponden Aljazeera yang meliput kejadian tersebut mengatakan bahwa demonstrasi kali ini mengusung yel-yel ‘Reformasi‚Ķkebebasan dan keadilan sosial.’ Sebuah sikap yang menggambarkan kondisi politik dan sosial di negeri tersebut dan karenanya diperkirakan akan berkelanjutan. Tidak sedikit poster-poster yang dibawa para demonstran cukup menarik perhatian. Di antaranya, ‘Ya Jamaal qul li abuuk, asya’b biyakrahuuk’ (Wahai Jamal katakan kepada bapakmu, rakyat membencimu). Jamal Mubarak adalah putera Husni Mubarak yang sedang digadang-gadang untuk menggantikan posisi bapaknya apabila lengser dari kursi kekuasaan. Ada pula poster yang berbunyi, ‘Ben Ali biyunaadiik funduq jiddah mustanniik’ (Ben Ali sudah memanggilmu, hotel di Jedah sudah menunggumu) sebagai isyarat agar Husni Mubarak terguling seperti Ben Ali yang kini kabur ke Jedah.

Bahkan gaung demonstrasi ini sampai juga ke luar negeri. Setidaknya di London dan Paris, warga Mesir berdemo di depan kedutaan mereka sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara-saudaranya di tanah air.

Pihak pemerintah Mesir tampaknya sudah mengantisipasi kondisi ini . Mereka menegaskan menolak setiap tindakan yang keluar UU dan mengancam akan menangkap siapa saja yang melanggarnya. Dalam demonstrasi kemarin pihak keamanan pada awalnya bersifat akomodatif menghadapi para demonstran. Namun ketika jumlah demonstran semakin banyak, mulai tampak tindakan-tindakan keras yang mereka lakukan. Tembakan-tembakan gas air mata dan peluru karet sudah mulai dimuntahkan. Berita terakhir menyebutkan sudah tiga orang yang tewas, satu dari pihak keamanan dan dua orang dari pihak demonstran.

Diberitakan pula bahwa sejumlah tokoh dan penggerak demonstrai mulai ditangkapi. Pemerintah pun mengacak saluran komunikasi agar para demonstran tidak mudah melakukan koordinasi. Begitu pula jaringan internet kini menjadi sulit diakses, khususnya jejaring sosial. Sebuah kondisi yang sangat jelas bagaimana pemerintah benar-benar telah mempersiapkan diri untuk mengendalikan massa agar kasus Tunisia tidak terulang kembali.

Reaksi internasional sudah mulai bermunculan. Berbagai pihak sudah menuntut pemerintah Mesir untuk tidak menggunakan kekerasan dalam menghadapi tuntutan rakyatnya. Amerika Serikat yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Mesir melalui menteri luar negerinya, Hillary Clinton, meminta semua pihak untuk menahan diri. Namun tak ketinggalan, dia mengatakan bahwa kondisi Mesir masih stabil dan bahwa pemerintahnya sedang terus bekerja memenuhi keinginanan rakyatnya.

Semoga rakyat Mesir diberikan pilihan terbaik bagi harapan-harapannya.

Advertisements